Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan
Sudahkah Anda Loyal Terhadap Perusahaan?
Rela bekerja dengan
tulus ikhlas demi memajukan perusahaan adalah salah satu ciri Anda sudah
memiliki loyalitas terhadap pekerjaan. Loyalitas pada perusahaan dan pekerjaan cukup
penting artinya bagi diri sendiri maupun bagi pemimpin perusahaan karena jika
kita menjalankan pekerjaan tanpa adanya loyalitas, maka nantinya pekerjaan akan
Anda jalankan pun dirasa kurang maksimal.
Loyalitas tidak
tergantung juga dari seberapa lama Anda bekerja di suatu perusahaan. Jika Anda
sudah bekerja dalam kurun waktu yang cukup lama di sebuah perusahaan namun
menjalankannya dengan setengah hati –Dan prestasi yang anda raih belum memenuhi
keinginan perusahaan, maka Anda belum termasuk karyawan yang loyal. Perusahaan
lebih memilih karyawan yang less
experience dengan jiwa loyalitas yang tinggi daripada karyawan yang memiliki
karir yang cukup lama pada perusahaan namun pada kenyataan tidak benar-benar
mencurahkan segala kemampuannya demi kemajuan perusahaan.
Perusahaan dapat
diibaratkan seperti layaknya sebuah
kapal
di hamparan lautan luas, yang seringkali diterjang ombak tinggi serta
kencangnya angin badai. Banyak faktor yang mengakibatkan kondisi perusahaan
terombang ambing, bisa dari keadaan financial yang tidak stabil, penjualan atau
selling yang kurang bagus, atau adanya
track record buruk dalam perusahaan
yang membuat orang susah percaya dengan jasa maupun barang yang ditawarkan oleh
perusahaan tersebut, dan pastinya hal ini akan berimbas pada karyawannya.
Perusahaan butuh menstabilkan keadaan tersebut, baik secara cepat maupun
perlahan. Dalam proses tersebut, karyawan akan merasakan atmosfir suasana
bekerja yang berbeda. Adanya ketegangan serta tekanan tersendiri yang secara
tidak langsung diberikan para pemimpin perusahaan kepada para karyawannya.
Berbagai issue bertebaran diantara
karyawan, tentang situasional kantor yang tidak menentu. Disinilah loyalitas
anda sebagai karyawan di uji oleh perusahaan.
Lantas di tengah hiruk pikuk perusahaan yang sedang mencoba bertahan dari segala tekanan yang
ada, bagaimana kita sebagai
karyawan dapat menguji seberapa loyalkah diri kita terhadap perusahaan? Coba Anda telisik lebih dalam mengenai diri Anda, apakah
sifat-sifat indikator berikut tetap ada pada diri Anda di tengah “badai”
perusahaan :
1. Tetap
bertahan dalam perusahaan
Walaupun suasana di dalam kantor tak menentu, namun tak
mengganggu Anda dalam menjalankan tanggung jawab sebagai karyawan. Setiap hari
dijalani dengan terus berusaha dan bekerja sebaik mungkin tanpa menghiraukan
keadaan yang ada.
2. Rela
bekerja lembur demi menyelesaikan pekerjaan
Waktu yang Anda luangkan untuk menyelesaikan pekerjaan
terkadang tersita hingga larut malam.
Bagi Anda yang rela bekerja hingga larut namun tidak mengeluh tetap
semangat maka Anda juga termasuk loyal dalam bekerja.
3. Menjaga
rahasia bisnis perusahaan
Keadaan gonjang ganjing di kantor tidak membuat Anda lantas langsung membeberkan keadaan kantor
pada kerabat Anda di luar perusahaan dan menjabarkan permasalahan kantor yang
terjadi. Biarlah masalah intenal kantor menjadi konsumsi internal kantor.
4. Rela
mengorbankan kepentingan pribadi untuk kepentingan
pekerjaan
Ada saat moment tertentu dimana Anda dituntut untuk bisa meluangkan waktu
lebih lama dikantor karena harus menyelesaikan pekerjaan
di kantor. Jika pada moment
tersebut Anda rela melewatkan waktu kebutuhan pribadi Anda seperti menonton
bioskop, berolahraga maupun piknik dengan keluarga tanpa adanya rasa beban
maupun mengeluh sedikitpun dengan keadaan tersebut,
maka Anda termasuk kategori karyawan yang loyal.
5. Memberikan
ide & saran
demi kemajuan kantor
Anda mencoba membantu kantor dengan melakukan
beberapa research untuk
menemukan jalan keluar bagi permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan. Jika Anda telah mendapatkan ide cemerlang
yang cukup membangun dan berguna bagi perusahaan, maka Anda bisa menyampaikannya ke pemimpin Anda demi kemajuan dan
keberhasilan perusahaan.
Bila Anda adalah kategori karwayan yang layak disebut dengan karyawan dengan loyalitas
tinggi, maka dengan sendirinya perusahaan akan memberikan timbal balik kepada Anda, sesuai dengan apa yang Anda jalankan
dan lakukan untuk perusahaan.
Usia Kerja Yang Produktif
Tenaga kerja
atau pekerja adalah sebutan bagi mereka yang sudah berada dalam usia kerja.
Jika menilik dari UU No. 13 tahun 2003 Bab 1 pasal 1 ayat 2, maka dituliskan
bahwa tenaga kerja adalah setiap orang
yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa baik untuk
memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Di negara Indonesia
sendiri terdapat batas usia untuk bekerja, dimulai dari 15 tahun hingga 64
tahun. Namun, ada juga pihak-pihak yang mengatakan bahwa usia selayaknya untuk
mulai bekerja adalah di atas 17 tahun. Padahal sebenarnya, sudah banyak juga
anak-anak di usia 7 tahun yang sudah bekerja. Dari berbagai fakta yang ada,
pada kenyataannya ada sebuah benang merah yang terlihat jelas antara rentang
usia dengan kualitas pribadi seseorang ketika mereka berada di dalam lingkungan dunia kerja.
Berdasarkan
kualitasnya, setiap pekerja dibagi menjadi tiga golongan, yaitu mereka yang memiliki karir sebagai tenaga kerja
terdidik, tenaga kerja terlatih, dan tenaga kerja tidak terdidik dan tidak
terlatih.
·
Tenaga kerja
terdidik
Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja
yang memiliki suatu keahlian atau kemahiran dalam bidang tertentu dengan cara
sekolah atau pendidikan formal dan nonformal. Contohnya: pengacara, dokter,
guru, dan lain-lain.
·
Tenaga kerja
terlatih
Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja
yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu dengan melalui pengalaman kerja.
Tenaga kerja terampil ini dibutuhkan latihan secara berulang-ulang sehingga
mampu menguasai pekerjaan tersebut. Contohnya: apoteker, ahli bedah, mekanik,
dan lain-lain.
·
Tenaga kerja
tidak terdidik dan tidak terlatih
Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak
terlatih adalah tenaga kerja kasar yang hanya mengandalkan tenaga saja. Contoh:
kuli, buruh angkut, pembantu rumah tangga, dan sebagainya.
Setelah melihat pembagian berdasarkan kualitasnya, kemudian kita juga
bisa mengukur usia pekerja yang produktif. Angkatan kerja yang digolongkan
berdasarkan usia memiliki pembagian sebagai berikut:
Dari data tersebut, bisa dilihat bahwa
angkatan kerja terbesar yang paling banyak bekerja adalah dari rentang usia
30-34 tahun. Hal ini dikarenakan ketika berada dalam usia tersebut, kemampuan
dan relasi yang dimiliki oleh seeorang sedang berada dalam usia puncak. Diikuti
dengan persentase terbesar setelahnya, yaitu rentang usia 25-29 tahun dan 40-44
tahun. Pada usia emas 25-29 tahun adalah usianya pekerja aktif untuk mulai
menuai hasil dari apa yang dikerjakan sejak pertama kali mereka menyelesaikan jenjang
pendidikan di perguruan tinggi maupun sekolah menengah. Usia tersebut juga
merupakan usia paling aktif untuk melakukan sosialisasi sehingga banyak koneksi,
relasi dan jaringan kerja yang saling tersambung. Ketika berada di usia 40-44
tahun, seseorang sudah memasuki kategori usia senior. Pada umumnya, seseorang
di usia tersebut adalah masa dimana seseorang sudah selayaknya mewariskan atau
membagikan ilmu, kemampuan serta pengalamannya selama bekerja kepada mereka
yang berusia lebih muda. Nah, jika demikian, dimanakah posisi usia Kamu saat
ini?
Langganan:
Postingan
(
Atom
)


