Jurnal Kerja Indonesia

Informasi dan Berita Terbaru Seputar Karir & Dunia Kerja di Indonesia

Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan

Sudahkah Anda Loyal Terhadap Perusahaan?


Rela bekerja dengan tulus ikhlas demi memajukan perusahaan adalah salah satu ciri Anda sudah memiliki loyalitas terhadap pekerjaan. Loyalitas pada perusahaan dan pekerjaan cukup penting artinya bagi diri sendiri maupun bagi pemimpin perusahaan karena jika kita menjalankan pekerjaan tanpa adanya loyalitas, maka nantinya pekerjaan akan Anda jalankan pun dirasa kurang maksimal.

Loyalitas tidak tergantung juga dari seberapa lama Anda bekerja di suatu perusahaan. Jika Anda sudah bekerja dalam kurun waktu yang cukup lama di sebuah perusahaan namun menjalankannya dengan setengah hati –Dan prestasi yang anda raih belum memenuhi keinginan perusahaan, maka Anda belum termasuk karyawan yang loyal. Perusahaan lebih memilih karyawan yang less experience dengan jiwa loyalitas yang tinggi daripada karyawan yang memiliki karir yang cukup lama pada perusahaan namun pada kenyataan tidak benar-benar mencurahkan segala kemampuannya demi kemajuan perusahaan.

Perusahaan dapat diibaratkan seperti layaknya sebuah kapal di hamparan lautan luas, yang seringkali diterjang ombak tinggi serta kencangnya angin badai. Banyak faktor yang mengakibatkan kondisi perusahaan terombang ambing, bisa dari keadaan financial yang tidak stabil, penjualan atau selling yang kurang bagus, atau adanya track record buruk dalam perusahaan yang membuat orang susah percaya dengan jasa maupun barang yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut, dan pastinya hal ini akan berimbas pada karyawannya. Perusahaan butuh menstabilkan keadaan tersebut, baik secara cepat maupun perlahan. Dalam proses tersebut, karyawan akan merasakan atmosfir suasana bekerja yang berbeda. Adanya ketegangan serta tekanan tersendiri yang secara tidak langsung diberikan para pemimpin perusahaan kepada para karyawannya. Berbagai issue bertebaran diantara karyawan, tentang situasional kantor yang tidak menentu. Disinilah loyalitas anda sebagai karyawan di uji oleh perusahaan.

Lantas di tengah hiruk pikuk perusahaan yang sedang mencoba bertahan dari segala tekanan yang ada, bagaimana kita sebagai karyawan dapat menguji seberapa loyalkah diri kita terhadap perusahaan? Coba Anda telisik lebih dalam mengenai diri Anda, apakah sifat-sifat indikator berikut tetap ada pada diri Anda di tengah “badai” perusahaan :

1.     Tetap bertahan dalam perusahaan
Walaupun suasana di dalam kantor tak menentu, namun tak mengganggu Anda dalam menjalankan tanggung jawab sebagai karyawan. Setiap hari dijalani dengan terus berusaha dan bekerja sebaik mungkin tanpa menghiraukan keadaan yang ada.

2.    Rela bekerja lembur demi menyelesaikan pekerjaan
Waktu yang Anda luangkan untuk menyelesaikan pekerjaan terkadang tersita hingga larut malam.  Bagi Anda yang rela bekerja hingga larut namun tidak mengeluh tetap semangat maka Anda juga termasuk loyal dalam bekerja.

3.    Menjaga rahasia bisnis perusahaan
Keadaan gonjang ganjing di kantor tidak membuat Anda lantas langsung membeberkan keadaan kantor pada kerabat Anda di luar perusahaan dan menjabarkan permasalahan kantor yang terjadi. Biarlah masalah intenal kantor menjadi konsumsi internal kantor.

4.    Rela mengorbankan kepentingan pribadi untuk kepentingan pekerjaan
Ada saat moment tertentu dimana Anda dituntut untuk bisa meluangkan waktu lebih lama dikantor karena harus menyelesaikan pekerjaan di kantor. Jika pada moment tersebut Anda rela melewatkan waktu kebutuhan pribadi Anda seperti menonton bioskop, berolahraga maupun piknik dengan keluarga tanpa adanya rasa beban maupun mengeluh sedikitpun dengan keadaan tersebut, maka Anda termasuk kategori karyawan yang loyal.

5.    Memberikan ide & saran demi kemajuan kantor
Anda mencoba membantu kantor dengan melakukan beberapa research untuk menemukan jalan keluar bagi permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan. Jika Anda telah mendapatkan ide cemerlang yang cukup membangun dan berguna bagi perusahaan, maka Anda bisa menyampaikannya ke pemimpin Anda demi kemajuan dan keberhasilan perusahaan.


Bila Anda adalah kategori karwayan yang layak disebut dengan karyawan dengan loyalitas tinggi, maka dengan sendirinya perusahaan akan memberikan timbal balik kepada Anda, sesuai dengan apa yang Anda jalankan dan lakukan untuk perusahaan.

Usia Kerja Yang Produktif

Tenaga kerja atau pekerja adalah sebutan bagi mereka yang sudah berada dalam usia kerja. Jika menilik dari UU No. 13 tahun 2003 Bab 1 pasal 1 ayat 2, maka dituliskan bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Di negara Indonesia sendiri terdapat batas usia untuk bekerja, dimulai dari 15 tahun hingga 64 tahun. Namun, ada juga pihak-pihak yang mengatakan bahwa usia selayaknya untuk mulai bekerja adalah di atas 17 tahun. Padahal sebenarnya, sudah banyak juga anak-anak di usia 7 tahun yang sudah bekerja. Dari berbagai fakta yang ada, pada kenyataannya ada sebuah benang merah yang terlihat jelas antara rentang usia dengan kualitas pribadi seseorang ketika mereka berada di dalam lingkungan dunia kerja.


Berdasarkan kualitasnya, setiap pekerja dibagi menjadi tiga golongan, yaitu mereka yang memiliki karir sebagai tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terlatih, dan tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih.



·         Tenaga kerja terdidik
Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memiliki suatu keahlian atau kemahiran dalam bidang tertentu dengan cara sekolah atau pendidikan formal dan nonformal. Contohnya: pengacara, dokter, guru, dan lain-lain.

·         Tenaga kerja terlatih
Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu dengan melalui pengalaman kerja. Tenaga kerja terampil ini dibutuhkan latihan secara berulang-ulang sehingga mampu menguasai pekerjaan tersebut. Contohnya: apoteker, ahli bedah, mekanik, dan lain-lain.

·         Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih
Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih adalah tenaga kerja kasar yang hanya mengandalkan tenaga saja. Contoh: kuli, buruh angkut, pembantu rumah tangga, dan sebagainya.


Setelah melihat pembagian berdasarkan kualitasnya, kemudian kita juga bisa mengukur usia pekerja yang produktif. Angkatan kerja yang digolongkan berdasarkan usia memiliki pembagian sebagai berikut:


Dari data tersebut, bisa dilihat bahwa angkatan kerja terbesar yang paling banyak bekerja adalah dari rentang usia 30-34 tahun. Hal ini dikarenakan ketika berada dalam usia tersebut, kemampuan dan relasi yang dimiliki oleh seeorang sedang berada dalam usia puncak. Diikuti dengan persentase terbesar setelahnya, yaitu rentang usia 25-29 tahun dan 40-44 tahun. Pada usia emas 25-29 tahun adalah usianya pekerja aktif untuk mulai menuai hasil dari apa yang dikerjakan sejak pertama kali mereka menyelesaikan jenjang pendidikan di perguruan tinggi maupun sekolah menengah. Usia tersebut juga merupakan usia paling aktif untuk melakukan sosialisasi sehingga banyak koneksi, relasi dan jaringan kerja yang saling tersambung. Ketika berada di usia 40-44 tahun, seseorang sudah memasuki kategori usia senior. Pada umumnya, seseorang di usia tersebut adalah masa dimana seseorang sudah selayaknya mewariskan atau membagikan ilmu, kemampuan serta pengalamannya selama bekerja kepada mereka yang berusia lebih muda. Nah, jika demikian, dimanakah posisi usia Kamu saat ini?